Home | Archive | Ask
Picture of me

Dan waktu pun terus berjalan. Dengan atau tanpa adanya kejadian. Menjadi saat di mana dosa terus bertebaran. Atau titik demi titik merangkai sebuah kebajikan.


Quote.

Mungkin, dulu pertanyaannya adalah “Lulus gak?”, mengingat lulus adalah sesuatu yang luar biasa. Tapi sekarang, berhubung lulus adalah hal yang banyak orang dapat melakukannya, pertanyaannya adalah “Jujur gak?”, mengingat jujur adalah sesuatu yang luar biasa.

Photo.
delrabbani:

Cover depan buku alumni 2012 SMAN 2 Cimahi, enjoy :D, thx for the epic words @ratianabilah, 
#bisa di bolak balik, dan sama aja :)
(via: delrabbani)


delrabbani:

Cover depan buku alumni 2012 SMAN 2 Cimahi, enjoy :D, thx for the epic words @ratianabilah, 

#bisa di bolak balik, dan sama aja :)

1 week ago  /  17 notes Tags:

Photo.
Konsisten dan kesungguhan akan menghasilkan kemenangan, Real Madrid membuktikannya tahun ini.

Konsisten dan kesungguhan akan menghasilkan kemenangan, Real Madrid membuktikannya tahun ini.

1 week ago  /  0 notes Tags:

Quote.

Mereka yang berani adalah mereka yang berjuang mewujudkan mimpi.

Quote.

hati-hati ya nanti kalau sudah memiliki rumah tangga, punya perbedaan pendapat jangan adu argumen, apalagi sampai bertengkar. ~ (via mobilsays)

(via: mobilsays)

Quote.

Ia seorang yang mudah jatuh cinta. Bahkan berkali-kali, pada wanita yang sama.

Text.

Mother Nature. Oleh Shaff-Fix.

Bila hutan yang hijau telah gersang. Bila kicau burung hanya terkurung.

Bila bening sungai berganti kelam. Bila nyanyian alam menjadi hilang.

Kemana kita harus pergi? Dimana kita kan mencari?

Kerusakan di muka bumi karena tangan-tangan manusialah semata,

Dan manusialah yang akan merasakan akibatnya.

Let’s start to care and love mother nature.

Bila mentari tertutup asap hitam. Bila udara tak lagi menyegarkan.

Bila kehidupan tak pedulikan alam. Bila semua hanyalah keegoisan.

Kemana kita harus pergi? Dimana kita kan mencari?

Apakah kesadaran kita baru terjaga?

Ketika kekuatan alam telah menurunkan bencana?

Segeralah berbenah di waktu yang tersisa.

Link.

nayasa:

Apakabar kau, Gie?

Kau pasti sedang tertawa-tawa disana, hah? Mati muda yang kau harapkan, pasti sangat membuat hatimu bahagia.

Tahu kah kau, dunia ini ternyata tidak lebih baik setelah kau tinggalkan.

Pemerkosaan terhadap hak-hak kaum yang termarjinalkan tak kunjung berhenti sejak kau tak…

(via dindandin)

(via: nayasa)

Text.

(Bukan) Sebuah Catatan Harian

16 Februari 2012. Kamis. Hujan.

Kalau tidak salah, tak banyak yang istimewa di hari ini -meski setiap waktu adalah istimewa- semua berjalan seperti biasa, istimewa dalam kodratnya. Bahkan cenderung dibawah rata-rata. Kalau ada sesuatu yang harus diceritakan, kemarin malam adalah saatnya.

Setelah sketsa wajahmu selesai kudesain, tentunya kamu tak tahu, ada seberkas cerita yang kuselipkan di tiap goresan pensil itu.

1. Ini bukan pertama kalinya ku buat sketsa wajahmu, iya, aku tahu kamu tahu. Yang kamu tak tahu, keberapa, kan? Karena aku juga tidak tahu, mungkin ini yg ke 7, 9, atau 16?

2. Entah ini sketsa wajahmu yang keberapa, yang aku tahu, aku menyukainya. Aku menyukaimu ketika aku memperhatikan tiap detail titik wajahmu, cembung pipimu, indah senyummu. Aku menyukaimu tiap detik aku menggores pensil demi mendapat sedikit saja pesona dari wajah aslimu. Aku menyukaimu dan menghantarkan rasa itu pada tiap garis di kertas ini, berharap kau merasakan betapa hangat rasa ini, betapa hangat hati ini mencurahkan rasa cinta padamu, meski hanya lewat sketsa dirimu.

3. Aku tidak menyimpan sketsa dirimu yang kubuat, tidak, bahkan aku tidak tahu dimana mereka kini. Yang aku tahu, hingga nafas ini tak berhembus, hingga sel saraf motorik pada tangan ini tak mampu berfungsi lagi, hingga jiwa dalam raga ini kelak tak kunjung kembali, sebelum saat itu tiba, aku akan senantiasa membuat sketsa wajah dirimu, mencurahkan jiwa pada kertas kosong hingga wajah indahmu hadir mengisi kekosongan itu, entah seribu atau seratus ribu kali, aku akan melakukannya, demi kebahagiaanku, untukmu.

4. Lewat sketsa ini aku mencurahkan rasa cintaku padamu. Aku bukan penyair atau pujangga yang pandai mencipta kata. Bukan jutawan atau dermawan yg memberi harta sebagai tanda cinta. Bukan penjual bunga yang tiap pagi meletakkan mawar disamping bantal tidurmu, bukan pangeran berkuda putih berbaju ksatria yang hadir di imajinasi wanita hampir sedunia. Aku manusia, mungkin dengan bakat melukis yg Allah berikan padaku, aku manusia, yang berusaha menjadi diri sendiri dengan menambah kualitas diri dengan syair sederhana, harta seadanya, mawar sedapatnya, dan imajinasi semata. Hanya manusia yang lewat melukis sketsa dapat mencurahkan rasa cintanya, lewat cara yang sederhana. Tapi aku tahu, Allah memberikan padaku sebuah bakat sederhana yang lain. Bakat yang lahir saat pertama aku menggoreskan titik-titik di penglihatanku berupa seorang wanita dengan hati mulia dan wajah merona. Yaitu bakat yang sederhana; mencintaimu secara sederhana, dengan cara yang sempurna.

5. Aku harap, goresan pensil ini akan abadi. Aku harap, sketsa wajahmu ini menjadi pertanda kisah cinta abadi kita. Aku harap, aku mampu mencintaimu, hingga kelak aku menutup mata. Dan karena Allah, aku mencintaimu.

Catatan ini dibuat tgl 14-15-16 Februari silam, tadinya mau aku kasih lihat ke kamu, tapi sampai saat ini belum sempat. Maaf, ya.

Mungkin aku salah karena terlalu mencintaimu, tapi aku tak pernah menyesal karena itu.

Mungkin seharusnya kita tidak saling mengenal. Seharusnya kita saling menjauh, agar saling menjaga diri, menjaga batas hijab kita, tidak hanya antara kita, tapi juga antara kita dengan orang lain, semoga kamu bisa menepati janji kita yang lalu. Untuk kembali ke jalan-Nya. Dan sekali lagi, ini semua kulakukan, karena aku mencintaimu karena Allah.

Untuk seseorang yang pernah hadir secara indah di kehidupan.

Nb: sketsa yg aku buat tanggal 14-15 Februari itu, kemana ya?